DEPRESIASI
Depresiasi atau penyusutan adalah
alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur
manfaatnya.
Depresiasi
secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok, yaitu :
Depresiasi
yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan yang digunakan semakin
tua sehingga kemampuannya berkurang (physical degradation).
Depresiasi
yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi,
sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih
efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya
perubahan demand di masyarakat baik dari segi kualitas maupun kuantitas
sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional
depreciation).
kriteria
barang/jasa terkena depresiasi
Properti
yang dapat didepresiasi harus memenuhi ketentuan berikut :
Harus
digunakan dalam usaha atau dipertahankan untuk menghasilkan pendapatan.
Harus
mempunyai umur manfaat tertentu dan umurnya harus lebih lama dari satu tahun.
Merupakan
sesuatu yang digunakan sampai habis, mengalami peluruhan/kehancuran, usang atau
mengalami pengurangan nilai dari nilai asalnya.
Bukan
inventaris, properti investasi, persediaan atau stok penjualan.
Properti
yang dapat didepresikan dikelompokkan menjadi :
Nyata
(tangible) : dapat dilihat atau dipegang. Terdiri dari properti personal
seperti mesin-mesin, kendaraan, peralatan, furnitur dan item-item yang sejenis,
serta properti riil seperti tanah dan segala sesuatu yang dikeluarkan dari atau
tumbuh atau berdiri di atas tanah tersebut.
Tidak
nyata (intangible). Properti personal seperti hak cipta, paten atau franchise.
Metode
perhitungan depresiasi
Metode Garis Lurus (Straight Line Depreciation)
Dalam
metode garis lurus maka nilai terdepresi / nilai yang didepresiasikan dari
sebuah aktiva dibagi rata sepanjang taksiran umur manfaat aktifa tersebut.
Sum of Years Depreciation
Jumlah depresiasi dihitung berdasarkan pada serangkaian angka pecahan yang denominator atau penyebutnya diambil dari jumlah rentetan angka tahun tersebut. Angka tahun yang terbesar digunakan sebagai numerator atau pembilang dari angka pecahan untuk depresiasi tahun pertama.
Unit Produksi Depresiasi
Dalam metode ini nilai depresiasi tergantung kepada banyaknya produksi yang sudah dihasilkan oleh aktiva tersebut (biasanya berupa mesin produksi). Semakin banyak produksi yang dihasilkan oleh mesin tersebut maka akan semakin banyak pula depresiasinya.
Jumlah depresiasi dihitung berdasarkan pada serangkaian angka pecahan yang denominator atau penyebutnya diambil dari jumlah rentetan angka tahun tersebut. Angka tahun yang terbesar digunakan sebagai numerator atau pembilang dari angka pecahan untuk depresiasi tahun pertama.
Unit Produksi Depresiasi
Dalam metode ini nilai depresiasi tergantung kepada banyaknya produksi yang sudah dihasilkan oleh aktiva tersebut (biasanya berupa mesin produksi). Semakin banyak produksi yang dihasilkan oleh mesin tersebut maka akan semakin banyak pula depresiasinya.
Sumber
: