Kamis, 18 Oktober 2012


Cerita pagi dan secangkir kopi

Entah kenapa pagi ini aku kembali merindukan secangkir kopi, dan sebatang rokok sudah pasti sebagai teman penambah nikmat kopi. Padahal selama aku sakit batuk 2 minggu kemarin aku bisa terlepas dari "belenggu ini". uhhh, sangat sangat ingin sekali, tak bisa dibendung lagi.

Batuk sudah mulai bosan rupanya..aku bisa dikatakan sembuh total , inilah saatnya melampiaskan nafsu nikotinku pikirku ”!. Persediaan kopi pun udah gak ada , terpaksa recehan dalam kaleng disudut ruangan ini yang harus berimproviasi. berbekal Rp 2000 terpenuhi sudah hasrat untuk secangkir kopi dan sebatang kretek dengan judul "234". AHHhhh, secangkir kopi hitam terhidang sudah, rokok pun sudah mengepulkan asap dari mulutku yang sudah lebih 14 hari tidak terkena nikotin. Memang ini rasa kerinduan yang terdengar bodoh, namun kerinduanku harus aku penuhi.

Bersandar pada sebuah kursi yang usianya terhitung tua, lebih dari separuh umurku. aku merasa seperti anak penderita "autis" yang asik sendiri. tidak peduli gunjang-ganjing di televisi tentang maraknya demontrasi kenaikan BBM, aliran sesat, sepak terjang gank bermotor sampai kepada artis yang dicekal karena dianggap tabu. Welehh,, kok gw jadi sering nonton televisi akhir-akhir ini. Padahal TV adalah salah satu kemajuan tehnologi yang tidak begitu aku sukai. Terlukis lagi sebuah sisi yang tak sengaja terpahami.

Eyi,,, aku teringat tadi malam kau tanyakan kepadaku melalui telepon, apakah aku masih suka kepada mawar, bunga indah yang ditumbuhi duri?. yahhh sahabatku ini adalah suara masa lalu yang terus bersuara hingga kini, walaupun jarak tak dekat lagi. "tidak" jawabku berusaha munafik, karena memang tidak ada lagi bukti bahwa aku suka menanam bunga itu. dengan bahasa puitisasi ku jawab saja "
"belakangan ini aku sedang mencoba memahami dan
mandalami keindahan dari teratai"

aaahh sudah lah, tidak penting lagi. "people changes". namun aku tidak berubah sepenuhnya, aku masih suka mendengar "alpha blondy" penyanyi Ragae yang giat menyuarakan kebebasan dan perdamaian di "Liberia", melalui syair dalam lagunya dan aku juga masih suka mendengarkan"bob marley". sekali sekali juga kudengarkan nyanyian dan sayatan gitar dari "gary moore". kebetulan sekali kali ini kopiku ditemani suara "legenda" jamaica. Seorang seniman yang "hidup setelah dia mati".

tidak ada perubahan yang mendasar disini, aku masih suka kepada filosofi "hara kiri" walaupun hanya kiasan kecil yang kuambil manfaatnya. aku juga masih teringat ketika pertama membaca "orang-orang sicilia" hingga "Last Don". aku juga sedikit teringat sepak terjang Crocifixio dan Dante dua saudara dalam satu kelurga mafia itu. berikut istilah-istilah yang dipakai dalam melakukan aksi pembunuhan kepada musuhnya berupa "konfirmasi" ataupun "komuni"

hmmm aku bergumam sendiri, sambil terus menenggak kopi, kenapa ya aku begitu suka dengan cerita-cerita para "bajingan"??. aku juga tidak tahu kenapa?. yang jelas, "aku begitu menyukai rasa kekeluargaan yang tergambar dalam gangster-gangster asal italia tersebut. dan lagi aku juga mengagumi, betapa mereka begitu membenci "pengkhianatan". dan menyukai kebebasan, bukan kebablasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar